Skip navigation

STRES bisa melanda siapa saja, termasuk pekerja kantoran. Terutama bagi mereka yang menganggap pekerjaan hanya sebatas kewajiban atau beban.

Sejatinya stres merupakan suatu respons psikologis dan tubuh terhadap peristiwa-peristiwa, yang membuat keseimbangan seseorang terganggu. Faktor yang menimbulkan tekanan mental disebut stressor, sedangkan stres adalah akibatnya. Stres bisa menyerang siapa pun, kapan pun, di mana pun.

Stres bisa disebut sebagai “bumbu” kehidupan dan tidak dapat dielakkan. Bahkan, ada juga orang yang hampir selalu membutuhkan stres untuk eksistensinya.

Stres dibedakan menjadi eustress, yaitu tekanan mental yang sifatnya sehat atau positif. Misalnya, ketika seseorang menghadapi stressor tertentu di mana dia harus berkompetisi dengan orang lain. Untuk stressor jenis itu justru menyebabkan stres yang sehat atau berefek positif meningkatkan energi, semangat, dan gairah.

“Stres jenis ini sebetulnya diperlukan seseorang agar bisa fight dan bertahan,” ujar psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Suryo Dharmono SpKJ.

Menurut Hans Selye, dokter yang dikenal dengan Stress Theory-nya, walaupun kata-kata stres berkonotasi negatif, tapi tidak selalu berarti jelek. “Stres perlu agar ada motivasi, pertumbuhan, perkembangan, serta perubahan,” ungkap pria yang pernah menjabat President of the International Institute for Stress Research.

Kebalikan eustress adalah distress, kondisi saat seseorang menghadapi stressor kemudian berbuah negatif pada dirinya. Penyebabnya bisa karena stressor yang terlalu berat atau kepribadian orang tersebut yang memang lemah. Akibatnya timbullah penderitaan mental.

“Selama ini yang kebanyakan orang sebut sebagai stres itu sebetulnya adalah distress, kalau eustress umumnya tidak disebut sebagai stres, melainkan suatu kekuatan,” ungkap Suryo.

Berbagai masalah atau perubahan dalam kehidupan bisa memicu stres. Misalnya, kematian binatang kesayangan, kematian orang terkasih, mengurus anak atau orangtua sakit-sakitan, lingkungan bertetangga yang tidak nyaman, pindah rumah, cekcok dengan mertua, perceraian, hingga kehamilan tak diinginkan.

Selain itu, masalah pekerjaan seperti mutasi, pensiun, ketidakcocokan partner kerja, atau sering bertengkar dengan atasan juga bisa menjadi stressor. Pertanyaan yang kerap muncul, apakah suatu pekerjaan dapat menimbulkan stres?

“Jawabannya bisa ?tidak’ atau ?ya’,” kata staf bagian psikiatriFKUI/RSCM Yakarta, Dr Nurmiati Amir SpKJ, saat peluncuran program kampanye Colour Your Life PT Pfizer Indonesia, belum lama ini.

Bila individu yang bekerja tersebut menganggap pekerjaan sebagai sarana aktualisasi diri, sesuatu yang dapat meningkatkan harga diri atau memenuhi kebutuhannya, maka dia tidak akan dibuat stres oleh pekerjaan. Baginya, pekerjaan adalah sesuatu yang menyenangkan dan tantangan menarik yang memacunya berkreasi atau berprestasi.

Sebaliknya, suatu pekerjaan potensial memicu stres apabila pekerjaan itu dipandang sebagai kewajiban semata atau beban yang harus dikerjakan. Akibatnya, mereka merasakan pekerjaan sebagai stressor yang dapat memengaruhinya sehingga mengganggu fisik atau psikis.

Kendati demikian, tiap orang punya daya tahan dan kemampuan berbeda dalam beradaptasi dengan stres. “Respons seseorang terhadap stressor dipengaruhi kerentanan genetik, kepribadian atau temperamen, serta dukungan sosial,” sebut wanita yang akrab disapa Eti.

Dia menambahkan, tidak adanya dukungan sosial dari lingkungan sekitar bisa membuat stres terasa lebih berat. “Disinilah perlunya teman atau komunitas, untuk membantu meredakan stres,” tandasnya.

(sindo//tty)/okezone

Foto: Corbis

4 Comments

  1. heheheeheh, tau aja banyak orang stress…..

  2. Duh.. saya kemarin baru saja bangkit dari distress saya😦

    sampe dilema gituh😦

    ampe psikosomatis😦

    alhamdulillah sudah membaik sekarang🙂

  3. wah bentar lagi saya stress nih

  4. SAYA LAGI STREES NIE .,,KERJA NDAK NYAMAN,,.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: