Skip navigation

Berangkat kepala tegak..pulang tanpa kepala

jawapos nulis begini nih :

Senin, 26 Mei 2008,
MALANG – Tidak salah Arema Malang mengubah kekuatan. Tim pujaan Aremania itu kini bisa disebut sebagai salah satu tim kandidat juara Liga Jatim Piala Gubernur 2008. Turun dengan tim inti yang dipersiapkan ke Superliga 2008, anak asuh Bambang Nurdiansyah tersebut melumat Gresik United (GU) dengan skor telak 4-1 (2-0) pada laga Grup B babak delapan besar di Stadion Kanjuruhan, Malang, kemarin (25/5). Pada babak penyisihan, Arema lebih memercayai pemain pelapis dan U-21.

Duet striker Kamerun Emile Bertrand Mbamba dan Emaleu Serge tampil garang. Keduanya punya peran besar atas hasil pertandingan. Mbamba mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-13 dan masa injury time babak pertama. Sedangkan Serge menyumbangkan satu gol pada menit ke-59.

Satu gol lainnya diciptakan Ahmad Sembiring Usman melalui tendangan keras dari luar kotak penalti (77’). Gol hiburan GU diukir Komang Maryawan pada menit ke-85. Gol itu tercipta sesaat setelah Bambang mengganti kiper utama Muhammad Yasir dengan kiper Arema U-21 Aji Saka pada menit ke-83. “Itu (mengganti kiper, Red) bukan blunder. Karena Arema sudah menang, saya memberikan kesempatan kepada kiper muda untuk tampil,” jelas Bambang.

Walau menang, mantan pelatih PSIS Semarang itu masih kurang puas dengan permainan yang ditunjukkan anak didiknya. “Bisa dibilang, pemain masih kurang maksimal, tapi tak masalah. Inilah fungsi uji coba, untuk mengevaluasi diri,” ucapnya.

Khusus soal tampilan duet Serge-Mbamba, Bambang menyatakan bahwa mereka belum terlalu kompak. Keduanya masih sering salah pengertian dalam mengantisipasi pergerakan rekannya.

Itu disebabkan keduanya baru tampil bersama untuk kali pertama, baik dalam latihan maupun dalam pertandingan. “Mungkin karena Serge masih capai setelah mengurus kitas (keterangan izin tinggal sementara, Red),” dalihnya.

Sementara itu, pelatih GU Djoko Malis Mustafa mengakui, Arema lebih unggul kualitas daripada timnya. Namun, seharusnya tiga gol yang dilesakkan Arema tak perlu terjadi jika kiper tak melakukan kesalahan dalam mengantisipasi bola. “Di antara empat gol Arema, hanya satu yang berkelas (gol Sembiring, Red). Gol lainnya akibat kesalahan kiper,” ujar Djoko.

Meski kalah, dia merasa tidak terlalu kecewa. Pasalnya, Arema menampilkan tim inti. Dia juga jadi punya kesempatan untuk mengevaluasi penampilan tiga pemain asing seleksi. Yakni, Alfredo Raul Reyes, Da Costa, dan Claudio de Jesus. “Saya bisa tahu pemain mana yang layak dicoret atau tidak,” tandas mantan pelatih Persmin Minahasa tersebut. (fir/yn/jpnn/diq)

One Comment

  1. PSSI ANJINK–JANCOK–BANGSAT–


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: