Arsip Harian: Januari 5th, 2009

18112008048Daerah Kerja Madinah telah menyampaikan edaran kepada para Ketua Kloter dan para Ketua Rombongan tentang persiapan  pemulangan jamaah haji ke tanah air.


Edaran tersebut berisi antara lain menyangkut ketentuan barang bawaan jamaah bahwa barang bawaan setiap jamaah yang bisa naik dan diangkut pesawat adalah 1 koper dengan berat maksimal 32 kg dan 1 tas tentengan.

Dalam edaran tersebut juga disampaikan bahwa ketika jamaah naik pesawat diadakan sweeping barang bawaan. Edaran tersebut disampaikan kepada setiap kloter setelah tiba di Madinah untuk disampaikan kepada setiap Ketua Kloter dan setiap Ketua Rombongan untuk disampaikan kepada seluruh jamaah haji.

Semua jamaah memahami isi edaran tersebut, namun pada kenyataannya sejak penerbangan pertama  dari Madinah tanggal 26 Desember 2008, jamaah haji masih membawa barang barang selain tas tentengan. Jamaah sebetulnya sudah tahu kalau barang barang yang dibawa akan kena sweeping  namun mereka kebanyakan spekulasi “untung untungan” barangkali bisa lolos dari sweeping. Barang barang jamaah selain tas tentengan disweeping oleh pihak penerbangan sehingga barang barang  hasil sweeping pada pagi hari tanggal 27 Desember 2008 menumpuk di Bandara AMAIA  Madinah. Barang barang hasil sweeping tersebut banyak sekali dan selanjutnya barang barang tersebut dipindahkan ke gudang  pelaksana cargo Al Mazroi.

*Barcer (Barang Tercecer jamah haji)
Sumber: Depag,
Akibat selalu mendapatkan tegoran dari pihak otorita bandara King Abdul Azis, Daker Jeddah harus bekerja ekstra setiap harinya, mereka mendapatkan tugas tambahan baru berupa membersihkan barang tercecer (Barcer) milik Jemaah Haji yang selalu bertumpukan di bandara.

Barcer tersebut diangkut keluar Bandara dan ditempatkan di gudang Ali Madroi dan Kantor Tehnis Urusan Haji,” kita angkut keluar karena dapat tegoran,” ungkap Kadaker Jeddah Subakin Abdul Mutallib.

Kadaker Jeddah Subakin Abdul Mutallib di sela sela pembersihan barcer mengungkapkan, pihaknya selalu mendapatkan tegoran dari otorita bandara jika lebih dari 24 jam tumpukan barcer tidak segera dipindahkan, karena tumpukan barcer tersebut akan merusak memandangan dan keindahan Bandara Haji King Abdul Aziz.

Untuk itu jelas Subakin Abdul Mutallib ia telah menyiapkan kendaraan truk pengangkut barcer yang standby 24 jam,” udah saya siapkan kendaraan truk pengangkut barcer yang siap 24 jam di bandara ,” ungkapnya.

Yang memprihatinkan Kadaker Jeddah ini, barang tercecer milik jemaah haji yang terkenak swiping rata rata barang yang kurang berharga seperti mainan, buah, makanan kaleng dan barang kebutuhan dapur yang banyak di temui di Tanah Air .

Untuk itu ia berharap kepada jemaah Haji Indonesia lebih disiplin dalam membawah barang oleh oleh kepada keluarga di tanah air, jika di perkirakan melebihi ketentuan penerbangan tas bagasi hanya 32 kilogram, sedianya barang oleh oleh tersebut dikirim via kargo yang perkilogramnya hanya di kenai 5 sampai 8 real Arab saudi. (Yusridarto)